Produk Borobudur Herbal untuk Kesehatan Ginjal

Produk Borobudur Herbal untuk Kesehatan Ginjal

Borobudur Herbal hadir berkat pengembangan Jamu Borobudur selaku produsen jamu-jamuan yang sudah mapan lebih dahulu. Berdasarkan informasi yang didapat dari laman website mereka, setidaknya sejak tahun 1979 silam, PT Jamu Industri Borobudur mulai memproduksi obat herbal siap pakai. Produk pertamanya bentuk pil.

Saat ini, Borobudur Herbal sudah memiliki banyak sekali produk yang memanfaatkan bahan-bahan alami. Tak hanya sediaan pil, mereka juga punya produk herbal dengan sediaan kapsul, krim, param kocok, dan jenis sediaan lainnya.

Tentu saja, dari banyaknya produk-produk herbal tersebut, masing-masing punya manfaat dan khasiatnya tersendiri. Seperti yang ingin dibahas pada kesempatan kali ini, yakni produk herbal yang diformulasikan khusus untuk menjaga atau mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan ginjal.

Ya, produk yang dimaksud adalah “Keling”. Secara garis besar, Borobudur Herbal menyediakan dua jenis atau bentuk untuk Keling, kapsul dan pil. Khasiatnya diketahui tak jauh berbeda, malah cenderung sama. Di kemasan Keling bentuk kapsul, tertulis bahwa produk ini punya indikasi membantu meluruhkan batu oksalat di ginjal dan saluran kemih, serta melancarkan buang air kecil.

Sementara pada kemasan pil, tertulis indikasi bahwa Keling milik Borobudur Herbal ini mampu membantu meluruhkan baru urin dan melancarkan buang air kecil. Kedua-duanya telah mengantungi sertifikasi dari BPOM dan MUI, sehingga calon konsumen tak perlu ragu kalau-kalau ingin mengonsumsi dua produk ini.

Dari segi harga, Keling sediaan kapsul jauh lebih mahal daripada Keling sediaan pil. Padahal keduanya sama-sama diedarkan dengan kemasan per 100 buah. Dilansir dari laman resmi Borobudur Herbal, 100 pil Keling, di mana masing-masing pil memiliki kandungan zat aktif sebanyak 225 microgram, dijual Rp18.000.

Adapun Keling bentuk kapsul, di mana masing-masing kapsulnya mengandung bahan aktif sampai dengan 550 microgram dilego ke pasaran dengan harga Rp110.000. Namun, jika kita menilik dari kandungan Keling bentuk kapsul, wajar saja kalau harganya lebih mahal, sebab komposisinya lebih kompleks daripada Keling sediaan pil.

Di dalam setiap kapsul Keling, terdapat kandungan seperti:

  • Imperatae radix atau akar alang-alang: 55.0 mg
  • Cubebae fructus atau buah kemukus: 16.5 mg
  • Caricae folium atau daun pepaya: 16.5 mg
  • Sonchi folium atau daun tempuyung: 121.0 mg
  • Orthosiphonis folium atau kumis kucing: 121.0 mg
  • Sericocalycis folium atau daun keji beling: 110.0 mg
  • Phyllanthi herba atau meniran: 110.0 mg

Perlu diketahui bahwa semua kandungan itu dalam bentuk ekstraksi setelah melalui apa yang mereka sebut sebagai BEC atau Borobudur Extract Center. BEC sendiri adalah proses di mana rempah-rempah pilihan diproses menjadi rempah yang berbentuk ekstrak.

BEC telah menggunakan mesin berteknologi canggih buatan Jerman dan Borobudur Herbal telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001: 2015 dan Good Manufacturing Practices (GMP) atau CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Benar) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Setelah melihat begitu banyaknya kandungan Keling bentuk kapsul, kandungan Keling sediaan pil mungkin akan terkesan sedikit sekali. Pasalnya, dalam setiap pil “hanya” mengandung Sericocalyxcrispus folium atau daun keji beling sebanyak 112.5 mg; kemudian ada Phyllanthusniruri herba atau meniran sebanyak 67.5 mg; serta 45.0 mg kumis kucing atau Orthosiphonaristatus folium.

Kendati demikian, bukan berarti Keling sediaan pil kalah berkhasiat daripada yang bentuknya kapsul. Borobudur Herbal pasti punya alasan tersendiri, serta pertimbangan yang amat matang terkait perbedaan kedua produk yang sama-sama ada di lini “Kesehatan Ginjal” ini.

Leave a Reply